Beranda Berita Nasional Tiga Tantangan Koperasi Indonesia untuk Menembus Pasar Global

Tiga Tantangan Koperasi Indonesia untuk Menembus Pasar Global

24
0
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah (Foto: Istimewa)
Advertisement

PIPJatimNews, Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong koperasi Indonesia meningkatkan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar global.

Upaya tersebut dilakukan dengan membuka akses promosi dan jejaring internasional melalui pameran CIEIE Indonesia 2 Sessie.

Pameran China International E-Commerce Industry (CIEIE) Indonesia 2 Sessie berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan, koperasi masih menghadapi tiga tantangan utama untuk naik kelas. Tantangan tersebut meliputi kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, dan akses pasar.

“Setelah kita keliling di seluruh Indonesia dan mendatabase koperasi-koperasi, ada beberapa tantangan koperasi untuk bisa naik kelas dan menjadi kelas global. Yang pertama adalah SDM-nya, yang kedua pembiayaan, yang ketiga pasar,” ujar Farida saat menghadiri CIEIE Indonesia 2 Sessie di Forum Area Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Menurut Farida, Kemenkop menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam pameran tersebut.

Kehadiran itu bertujuan memperluas peluang bisnis melalui pertemuan produsen dengan konsumen dan antarprodusen.

Pameran internasional juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk koperasi ke pasar yang lebih luas.

Farida berharap koperasi dengan produk berkualitas dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menembus pasar ekspor.

Sementara koperasi yang belum mendunia diharapkan memperoleh inspirasi untuk mempersiapkan diri berorientasi ekspor.

Namun, Farida menegaskan bahwa ekspansi ke pasar global membutuhkan kesiapan yang matang. Koperasi harus mampu memenuhi standar mutu dan sertifikasi internasional yang berlaku.

Karena itu, Kemenkop terus memberikan pendampingan kepada koperasi untuk memenuhi berbagai persyaratan tersebut.

“Kita dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” katanya.

Pameran Jadi Ruang Pembelajaran

Selain membuka akses pasar, Farida menyebut pameran internasional menjadi ruang pembelajaran bagi koperasi.

Melalui ajang tersebut, koperasi dapat mempelajari praktik usaha dari pelaku yang telah berhasil menembus pasar ekspor.

Farida berharap koperasi eksportir dapat menjadi penggerak bagi koperasi lainnya. Peran tersebut dinilai dapat mendorong kerja sama antarkoperasi dalam memperluas jaringan bisnis.

Kolaborasi juga diharapkan mempercepat koperasi baru memasuki pasar global. “Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global,” ujar Farida.

Farida menegaskan pemerintah tengah membangun ekosistem agar peluang berkembang dapat dirasakan seluruh koperasi produsen.

Penguatan kapasitas menjadi bagian penting dalam membangun koperasi yang mampu bersaing secara internasional.

Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan akses pembiayaan dan pendampingan sertifikasi.

Pembukaan akses pasar global juga menjadi strategi untuk memperkuat daya saing koperasi Indonesia.

Koperasi diharapkan tumbuh sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan yang mampu berkompetisi di tingkat internasional. (sbh)

Advertisement
Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini