PIPJatimNews, Gresik — Lembaga Pendidikan Perkoperasian Daerah (Lapenkopda) Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pendidikan dan pengembangan kapasitas insan koperasi melalui program yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lapenkop Kabupaten Gresik Tahun 2026 yang digelar di Hotel Horizon, Gresik, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan silaturahmi antara Dekopinda dan Lapenkopda Kabupaten Gresik, penutupan Bimtek dan Ujikom 2026, serta rapat kerja pengurus Lapenkopda periode 2026–2030 itu dihadiri pimpinan dan jajaran Dekopinda Kabupaten Gresik, pimpinan dan jajaran Lapenkopwil Jawa Timur, pengurus Lapenkopda Kabupaten Gresik, serta para pemandu Lapenkopda Kabupaten Gresik.
Ketua Dekopinda Kabupaten Gresik Achwan Hariyanto menyampaikan Dekopinda memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan dan perkembangan gerakan koperasi, termasuk melalui penguatan fungsi pendidikan, fasilitasi, dan advokasi.
Menurut dia, keberadaan Lapenkop menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi edukasi tersebut. Karena itu, Lapenkop diharapkan terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, sekaligus mampu menghadirkan pendidikan perkoperasian yang sesuai dengan kebutuhan koperasi dan berdampak nyata bagi para pelakunya.
“Lapenkop itu memiliki peran strategis. Sebagai lembaga teknis, Lapenkop berperan untuk memberikan edukasi dan pelatihan koperasi bagi gerakan koperasi. Lapenkop itu tangan kanan dari Dekopin. Terus berkarya dan kreatif”, uajarnya.
Sementara itu, Kepala Lapenkopwil Jawa Timur Mohammad Faishol Khusni mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting karena menjadi bagian dari upaya membangun dan memperkuat kelembagaan Lapenkop.
Ia menjelaskan, Rakorda tersebut merupakan yang pertama dilaksanakan untuk tingkat Lapenkop se-Jawa Timur. Menurutnya, setiap kegiatan Lapenkop ke depan juga perlu diberitakan secara aktif sebagai bagian dari penguatan branding lembaga kepada masyarakat dan insan perkoperasian.
Faishol menuturkan, perjalanan Lapenkopwil Jawa Timur dibangun secara bertahap dari awal hingga berkembang seperti saat ini. Perkembangan tersebut antara lain ditandai dengan diterbitkannya surat keputusan (SK) resmi serta peningkatan jenjang pelatihan bagi para pemandu Lapenkop.
Lebih lanjut, Faishol menilai keaktifan Lapenkop memiliki keterkaitan penting dengan keberlangsungan organisasi perkoperasian di tingkat wilayah maupun daerah. Karena itu, Dekopinda diharapkan terus memberikan pendampingan kepada Lapenkopda agar program pendidikan dan pengembangan perkoperasian dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Luar biasa. Lapenkopda Gresik itu Sat-Set. Pertama di Jawa Timur yang melaksanakan Rakerda. Sukses selalu untuk Lapenkopda Gresik”,
Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah strategi pengembangan Lapenkop, termasuk menghadapi tantangan masih rendahnya iuran yang antara lain berkaitan dengan persepsi terhadap kebermanfaatan lembaga yang dinilai belum optimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Lapenkopwil menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya penyelenggaraan Program PAG minimal satu kali dalam sebulan, pelaksanaan diklat in-house bagi pengurus dan pengawas setiap dua bulan sekali, serta penguatan branding melalui situs web dan media sosial.
Selain itu, Lapenkop juga akan mendorong pelaksanaan breakfast forum bersama dunia industri sebagai salah satu ruang membangun jejaring, membuka peluang kolaborasi, serta mempertemukan gerakan koperasi dengan dunia usaha.
“Kami siapkan program PAG dan breakfast forum dengan industri. Gerakan koperasi itu sangat membutuhkan membutuhkan forum seperti ini”, ungkapnya.
Fokus pada Pendidikan hingga Digitalisasi
Rapat kerja pengurus Lapenkopda Kabupaten Gresik periode 2026–2030 kemudian membahas sejumlah program yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan pelayanan pendidikan perkoperasian.
Beberapa fokus program yang dibahas meliputi pendidikan dan pelatihan perkoperasian, digitalisasi dan pemasaran, serta penguatan sarana dan prasarana.
Penguatan digitalisasi dan pemasaran menjadi salah satu perhatian karena perkembangan teknologi menuntut koperasi untuk mampu beradaptasi dalam memanfaatkan kanal digital, baik untuk komunikasi, promosi, maupun pengembangan pasar.
Sementara itu, penguatan sarana dan prasarana diarahkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sehingga Lapenkopda dapat memberikan layanan yang lebih optimal kepada gerakan koperasi di Kabupaten Gresik.
Rakorda ditutup dengan penyampaian hasil dan kesepakatan rapat kerja serta penandatanganan komitmen program kerja apabila diperlukan.
Melalui forum tersebut, Lapenkopda Kabupaten Gresik diharapkan tidak hanya menjadi lembaga penyelenggara pendidikan perkoperasian, tetapi juga berkembang sebagai pusat penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi yang mampu merespons perubahan, memperluas jejaring, serta mendukung koperasi agar semakin adaptif di tengah perkembangan ekonomi dan teknologi.
Penulis : Jauhari
Editor : Sucipto































