PIPJatim.Id, BOJONEGORO – Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Koperasi Kareb) dinilai menjadi salah satu contoh pengembangan koperasi yang patut dijadikan rujukan bagi gerakan koperasi di Jawa Timur. Keberadaan perusahaan yang dimiliki koperasi tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha lebih luas tanpa meninggalkan prinsip dasar koperasi, yakni memberikan manfaat bagi anggota.
Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan Koperasi Kareb yang pada Oktober 2026 memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-50. Menurutnya, Koperasi Kareb memiliki keunggulan tersendiri karena mengembangkan usaha melalui kepemilikan perusahaan.
“Saya menilai Koperasi Kareb ini patut dijadikan rujukan. Sepengetahuan saya, Kareb merupakan satu-satunya koperasi di Jawa Timur yang memiliki perusahaan,” ujar Slamet Sutanto.
Ia mengaku sangat mendukung apabila koperasi mengembangkan usaha dengan mendirikan atau memiliki perusahaan. Dengan model tersebut, koperasi memiliki keleluasaan untuk menjalankan berbagai kegiatan bisnis sebagaimana perusahaan pada umumnya, sekaligus tetap menjaga kepemilikan usaha berada di tangan koperasi.
“Saya sangat setuju apabila sebuah koperasi memiliki perusahaan, karena bisa melakukan bisnis apa saja seperti perusahaan yang lain. Tetapi, modal usahanya tetap dimiliki koperasi dan hasil atau dividen perusahaan juga tetap menjadi bagian dari Sisa Hasil Usaha (SHU) bagi anggota koperasi,” jelasnya.
Menurut Slamet, model pengembangan usaha seperti yang dilakukan Koperasi Kareb dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain untuk terus berinovasi, memperluas kegiatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Ia berharap semakin banyak koperasi yang berani mengembangkan usaha secara profesional, membangun perusahaan, serta memperkuat kemandirian ekonomi tanpa kehilangan jati diri sebagai badan usaha yang berlandaskan prinsip-prinsip perkoperasian.
“Karena itu, sangat layak apabila Koperasi Kareb menjadi rujukan bagi koperasi-koperasi lainnya. Saya ingin menyampaikan selamat kepada Koperasi Kareb yang telah mencapai usia 50 tahun. Semoga semakin sukses dan maju,” tambahnya.
Puncak Harlah ke-50 Dimeriahkan Gema Sholawat dan Pengajian Akbar
Peringatan Harlah ke-50 Koperasi Kareb berlangsung meriah melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat dan jamaah. Puncak peringatan digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2026, melalui kegiatan Gema Sholawat dan Pengajian Akbar di halaman Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander, Bojonegoro.
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jamaah yang bersama-sama mengikuti lantunan sholawat dan pengajian dengan menghadirkan pendakwah Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam.
Penyelenggaraan kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Koperasi Kareb selama lima dekade. Selain memperingati hari jadi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi antara keluarga besar koperasi dengan masyarakat.
Sebelumnya, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Koperasi Kareb juga menggelar pagelaran wayang kulit di kantor koperasi, Jalan Basuki Rahmat Nomor 7, Bojonegoro.
Pagelaran tersebut menampilkan dalang Ki MPP Bayu Aji Pamungkas dengan lakon Arjuno Wiwoho. Acara semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu Abah Kirun, Percil CS, serta sejumlah artis pendukung lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Harlah ke-50 Koperasi Kareb tidak hanya menjadi ajang perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan budaya dengan masyarakat.
Memasuki usia setengah abad, Koperasi Kareb diharapkan terus memperkuat perannya sebagai badan usaha milik anggota yang mampu berkembang secara profesional, memperluas peluang bisnis, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi para anggotanya.
Bagi gerakan koperasi di Jawa Timur, pengalaman Koperasi Kareb dalam mengembangkan perusahaan sekaligus mempertahankan orientasi kesejahteraan anggota menjadi pelajaran penting bahwa koperasi memiliki peluang untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang kompetitif, mandiri, dan berkelanjutan
Penulis : Sucipto
Editor : Sucipto































