Beranda Koperasi Jawa Timur Puskopwan Jombang Studi Tiru ke Kopmen SBW Malang, Pelajari Tata Kelola dan...

Puskopwan Jombang Studi Tiru ke Kopmen SBW Malang, Pelajari Tata Kelola dan Sistem Tanggung Renteng

26
0
Kunjungan Puskopwan Kombang Ke SBW Malang
Kunjungan Puskopwan Kombang Ke SBW Malang
Advertisement

PIPJatim.id, Malang — Pusat Koperasi Wanita (Puskopwan) Kabupaten Jombang melakukan kunjungan studi tiru ke Kopmen Setia Budi Wanita (SBW) Malang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari secara langsung pengelolaan kelembagaan, pemberdayaan anggota, serta strategi pengembangan koperasi yang diterapkan Kopmen SBW.

Rombongan Puskopwan Jombang dipimpin langsung Ketua Puskopwan Jombang, Umi Farida, didampingi Sekretaris Sriatin beserta jajaran pengurus kelompok. Rombongan juga didampingi perwakilan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Jombang serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Kantor Kopmen SBW Malang tersebut, rombongan mendapatkan paparan langsung dari Ketua Umum Kopmen SBW Malang, Sri Untari Bisowarno, mengenai berbagai pengalaman dalam membangun dan mengembangkan koperasi.

Sri Untari menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengurus. Menurutnya, kesadaran, partisipasi, dan loyalitas seluruh anggota memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan koperasi.

“Anggota koperasi memiliki posisi penting karena merupakan pemilik organisasi sekaligus pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan usaha,” ujar Sri Untari.

Ia menjelaskan, koperasi pada dasarnya merupakan milik bersama anggota. Karena itu, anggota tidak cukup hanya memenuhi kewajiban membayar simpanan pokok dan simpanan wajib, tetapi juga harus memiliki rasa memiliki serta berperan aktif dalam mengembangkan usaha koperasi.

“Kemajuan koperasi adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurut Sri Untari, Kopmen SBW Malang menerapkan sistem tanggung renteng yang didukung dengan pengawasan secara ketat. Sistem tersebut dijalankan dengan mengedepankan komitmen, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab antaranggota.

Konsistensi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan koperasi sehingga mampu tumbuh secara sehat. Kopmen SBW Malang bahkan telah membukukan omzet yang mencapai kisaran Rp100 miliar.

Sementara itu, Ketua Puskopwan Jombang, Umi Farida, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan Kopmen SBW Malang dalam berbagi pengalaman pengelolaan koperasi.

Menurut Umi Farida, kunjungan studi tiru tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi Puskopwan Jombang, khususnya terkait penguatan kelembagaan dan pengembangan koperasi berbasis anggota.

Ia menyebut terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut, di antaranya tata kelola kelembagaan, kepemimpinan berbasis pemberdayaan perempuan, serta konsistensi penerapan sistem tanggung renteng yang dijalankan Kopmen SBW Malang.

“Banyak hal yang kami pelajari dari Kopmen SBW, terutama bagaimana membangun kelembagaan koperasi dan memberdayakan anggota secara konsisten,” kata Umi Farida.

Ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Puskopwan Jombang untuk memperkuat tata kelola koperasi sekaligus meningkatkan partisipasi anggota.

Kunjungan studi tiru ini sekaligus menunjukkan pentingnya pertukaran pengalaman antarkoperasi. Dengan saling berbagi praktik pengelolaan, koperasi diharapkan mampu memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai koperasi.

 

Advertisement
Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini