Beranda Dekopinwil Jatim Dekopinwil Jatim dan Coop Sahabat Malaysia Perkuat Sinergi Gerakan Koperasi

Dekopinwil Jatim dan Coop Sahabat Malaysia Perkuat Sinergi Gerakan Koperasi

77
0
Advertisement

PIPJatim.Id – SIDOARJO – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur terus memperluas jejaring dan membangun sinergi dengan gerakan koperasi di tingkat internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Coop Sahabat Malaysia ke Kantor Graha Dekopinwil Jatim, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk membangun kesepahaman sekaligus bertukar informasi mengenai perkembangan, pengelolaan, serta berbagai program gerakan koperasi di Jawa Timur dan Malaysia.

Wakil Ketua Dekopinwil Jatim, Dr. Sriyadi Purnomo, yang mewakili Ketua Dekopinwil Jatim, menyampaikan selamat datang kepada rombongan Coop Sahabat Malaysia. Ia berharap pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan.

“Kami mewakili Ketua Dekopinwil Jatim menyampaikan selamat datang di Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk membangun sinergi, kesepahaman, sekaligus saling bertukar informasi mengenai gerakan koperasi Jawa Timur bersama Coop Sahabat Malaysia,” ujar Sriyadi.

Menurutnya, Dekopinwil Jatim selama ini terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan spirit dan kesadaran berkoperasi melalui pendidikan, pelatihan, serta berbagai kegiatan penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi.

“Khusus untuk pendidikan dan pelatihan, kami memiliki LAPENKOP yang memang secara khusus membidangi kegiatan tersebut,” jelasnya.

Selain penguatan kapasitas insan koperasi, Dekopinwil Jatim juga memberikan perhatian serius terhadap kaderisasi generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Generasi Z.

Kaderisasi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan sosialisasi perkoperasian di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, khususnya kampus yang telah menjalin kerja sama dengan Dekopinwil Jatim. Bahkan, sebelumnya telah digagas pengembangan kurikulum berbasis koperasi di lingkungan perguruan tinggi sebagai upaya mendekatkan koperasi dengan generasi muda.

“Kami ingin generasi milenial dan Gen Z tidak hanya mengenal koperasi, tetapi juga memahami koperasi sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang dapat menjadi ruang untuk berwirausaha dan membangun kemandirian ekonomi,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Coop Sahabat Malaysia yang diwakili jajaran manajemen memaparkan berbagai informasi mengenai situasi dan perkembangan gerakan koperasi di Malaysia. Paparan tersebut menjadi bahan diskusi dan pertukaran pengalaman dengan jajaran Dekopinwil Jatim, khususnya terkait manajemen dan pengembangan koperasi.

Sementara itu, Dekopinwil Jatim turut memaparkan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan, terutama melalui LAPENKOP yang selama ini aktif dalam kegiatan advokasi dan edukasi perkoperasian.

Sriyadi menambahkan, peran Dekopinwil Jatim tidak hanya sebatas memberikan pendidikan dan pelatihan, tetapi juga melakukan advokasi terhadap berbagai regulasi yang dinilai kurang berpihak atau berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan koperasi.

“Dekopinwil Jatim juga melakukan advokasi terhadap regulasi yang kurang memihak dan menghambat pertumbuhan koperasi. Terbaru, kami melakukan koordinasi dan konsolidasi dalam mengawal RUU Perkoperasian, baik dengan pihak eksekutif maupun legislatif,” ungkapnya.

Menurutnya, penguatan regulasi menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perkoperasian yang sehat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi. Karena itu, gerakan koperasi perlu terus menyampaikan aspirasi serta memberikan masukan konstruktif dalam proses penyusunan kebijakan.

Sriyadi berharap kunjungan Coop Sahabat Malaysia tersebut dapat menjadi awal dari hubungan yang semakin erat antara gerakan koperasi Jawa Timur dan Malaysia.

“Kami berharap kunjungan Coop Sahabat ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi bisa berkelanjutan. Bahkan, jika memungkinkan, kami juga akan melakukan kunjungan ke Coop Sahabat Malaysia,” tuturnya.

Ia menegaskan, pertukaran informasi dan pengalaman antargerakan koperasi lintas negara penting dilakukan untuk saling belajar, memperluas wawasan, serta menemukan praktik terbaik yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Harapannya, dari pertemuan ini akan lahir kerja sama yang konkret dan berkelanjutan sehingga gerakan koperasi Jawa Timur dan Malaysia dapat saling menguatkan,” pungkas Sriyadi.

Penulis : Sucipto

Advertisement
Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini