Beranda Berita Jawa Timur LAPENKOP Jatim Kupas Strategi Mengatasi Kredit Bermasalah dan Pemanfaatan Teknologi

LAPENKOP Jatim Kupas Strategi Mengatasi Kredit Bermasalah dan Pemanfaatan Teknologi

99
0
Sunday Training
Advertisement

PIPJatim.Id, SURABAYA – Lapenkop Wilayah Jawa Timur menggelar Sunday Training bertema strategi mengatasi kredit bermasalah dan pemanfaatan teknologi secara daring, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini diikuti pemandu Lapenkop, pengurus, pengawas, manajer, serta praktisi koperasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Dekopinwil Jatim, Slamet Sutanto, mengatakan tema pelatihan sangat relevan dengan tantangan usaha simpan pinjam yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, keterampilan, dan kemampuan pengelola koperasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Tema yang diangkat dalam forum ini sangat bagus dan sangat dibutuhkan oleh koperasi. Saya melihat Lapenkopwil Jatim dibawah komandonya Mas Chusni sudah berada dijalur yang benar”, ujarnya

Sementara itu, Kepala Lapenkop Wilayah Jawa Timur, Moh. Faishol Chusni, menegaskan bahwa penanganan kredit dan pembiayaan bermasalah (NPL/NPF) tidak cukup hanya melalui penagihan, tetapi perlu dilakukan secara komprehensif melalui pengendalian risiko, pengawasan, penyelamatan pembiayaan, dan deteksi dini.

“Kami ingin memastikan setiap pendidikan yang diselenggarakan benar-benar menjawab persoalan koperasi. Peserta tidak hanya pulang membawa pengetahuan, tetapi juga solusi yang dapat diterapkan di koperasinya,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber. Rury Febrianto, Direktur Utama PBMT Ventura Syariah, memaparkan pendekatan Multi-Track Treatment and Recovery Financing (MATRIC) melalui tiga strategi, yakni Credit Control, Credit Rescue, dan Credit Settlement.

Adapun Adi Sumunar, S.Pt., M.Sn., membahas pemanfaatan teknologi untuk Early Warning System dan pemantauan NPL/NPF melalui pengelolaan data anggota, pemantauan kolektabilitas, dasbor pembiayaan, serta notifikasi keterlambatan.

Adi menegaskan, teknologi harus didukung sumber daya manusia yang kompeten dan responsif. “Teknologi hanya tools untuk memberi sinyal, seluruh tim mengambil tindakan.”

Melalui pelatihan ini, Lapenkopwil Jatim berharap koperasi semakin mampu mengantisipasi risiko pembiayaan, meningkatkan kualitas pengelolaan, dan menjaga kesehatan usaha secara berkelanjutan.

Penulis : Sucipto

Editor : Sucipto

 

Advertisement
Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini